Gawat, Tingkat IQ Manusia Modern Terus Menurun

IQ manusia modernSatu riset terbaru menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan IQ intelligence quotient orang-orang Barat telah mengalami penurunan 14 poin sejak era Victoria. Demikian hasil penelitian yang termuat dalam Jurnal Intelligence yang dipublikasikan dua pekan lalu.

Era Victoria dikenal sebagai masa kekuasaan Ratu Inggris Victoria, yang bertahta selama 63 tahun, 1837-1901. Sejarah mencatat, pada periode ini, Inggris mengalami ledakan pertumbuhan dan inovasi yang gemilang, dan sering dianggap sebagai puncak kejayaan Inggris.

Temuan ini, kata kepala tim peneliti, Dr Michael Woodley, didasarkan atas perbandingan lama reaksi visual individu, yang diukur dari tahun 1884 hingga 2004.

Waktu reaksi visual sering dianggap sebagai komponen genetik kecerdasan umum seseorang. Riset ini mengukur berapa lama waktu reaksi visual individu dalam memproses stimulus yang diterima.

Hasilnya, waktu reaksi visual terus mengalami perlambatan sejak era Victoria. Dari sekitar 183 milidetik menjadi 250 milidetik pada pria, dan dari 187 milidetik menjadi 277 milidetik pada wanita.

Ini artinya, dibanding seabad lebih yang lalu, kecepatan otak dalam memproses reaksi visual semakin lama. Sebuah indikasi yang menunjukkan kecerdasan yang terus  menurun dan penyusutan kecepatan otak dalam memproses reaksi.

Dari hasil riset ini, tim menyimpulkan bahwa telah terjadi penurunan rata-rata 1,23 poin IQ setiap dekade dari tahun 1880-an, dengan begitu pada 2004 total penurunan IQ sebesar 14 poin.

Meskipun alat yang digunakan untuk mengukur waktu reaksi pada akhir abad 19 tidak secanggih sekarang, namun menurut anggota tim peneliti lainnya, Dr Jan Te Nijenhuis, profesor dari Universitas Amsterdam, data lama tetap dinyatakan valid dan bisa dibandingkan dengan data terbaru.

Temuan ini seolah membalikkan asumsi, bahwa modernisasi melalui pendidikan, higienitas dan perbaikan gizi bisa mendorong peningkatan IQ individu. Yang terjadi justru sebaliknya, IQ yang menurun. “Itu hanya topeng untuk menutup kondisi yang sesungguhnya,” ujar Te Nijenhuis.

“Yang terjadi adalah tekanan hidup modern, gaya hidup modern nine-to-five kerja dari jam 9 – 5, telah menciptakan tekanan terhadap orang-orang yang sangat pintar, ” kata Woodley.

Kondisi ini, kata Te Nijenhuis, membuat para wanita cerdas dengan IQ tinggi cenderung memilih untuk punya anak sedikit dibandingkan dengan wanita yang punya IQ menengah dan rendah.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s